Petugas Kesehatan Haji Musti Menguasai Soal Istitha’ah

AMPHURINEWS.COM, JAKARTA—Kepala Pusat Kesehatan Haji, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Eka Jusup Singka, meminta para petugas kesehatan haji kelak harus menguasai tentang istitha’ah kesehatan. Hal ini menjadi penting untuk menghindari perdebatkan terkait jamaah yang batal diberangkatkan karena tidak memenuhi syarat istitha’ah.

“Jangan ada yang bilang kasihan Pak Eka, jamaah sudah menunggu 20 tahun mengapa tidak diberangkatin, lalu bilang kita mendzalimi jamaah,” kata Kapuskeshaji ini saat menyampaikan materi Peran Petugas Kesehatan Haji Dalam Meningkatkan Kesehatan Fisik dan Mental Jamaah Haji di Fakultas Kedokteran Universtias Padjajaran Bandung, akhir pekan lalu, Sabtu (21/9/2019).

Eka menegaskan, lebih kasihan lagi, ketika jamaah haji yang tak memenuhi syarat istitha’ah kesehatan itu tetap diberangkatkan. Pasalnya, begitu diberangkatkan, jamaah haji tersebut di Tanah Suci tidak bisa melakukan rangkaian ibadah haji. “Lebih kasihan lagi kalau diberangkatin tidak ngapa-ngapain. Ayo adu kasihan kasihan mana nunggu 20 tahun sudah sampai di sana meninggal,” katanya.

Menurutnya, terkait istitha’ah kesehatan haji di Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 merupakan panduan baku mengukur jamaah haji laik, tidak laik diberangkatkan ke Tanah Suci. Untuk itu semua pihak terutama petugas kesehatan haji tak perlu memperdebatkannya lagi, ketika ada jamaah tidak diberangkatkan. “Bahwa istitha’ah adalah kartu mati jangan tanya macam-macam lagi tentang istitha’ah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Eka menegaskan istitha’ah sudah sesuai dengan Al-Quran, surah Ali Imran 97. Dimana, ayat ini harus diketahui semua pihak, terutama petugas kesehatan haji. “Istitha’ah itu adalah pesan Al-Quran, Ali Imran ayat 97. Dan orang kesehatan haji harus hafal itu tidak boleh tidak tahu,” katanya.

Selama ini, kata Eka, istilah istitha’ah kesehatan memang tak dikenalkan dengan baik kepada masyarakat. Selama ini kata dia, umat Islam hanya mengenal tentang haji itu mampu secara finansial. “Karena dulu kita selalu diajarkan naik haji jika mampu, jadi tidak pernah kenal istitha’ah,” jelasnya. (amc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *