Atasi Kepadatan di Mina, Arab Bangun Apartemen

Dari penyelenggaraan ibadah haji tahun 2018 ini, Himpunan Pengusaha Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) mengevaluasi bahwa kepadatan tenda jamaah haji di Mina menjadi persoalan yang perlu diperhatikan.

Saat dikonfirmasi  majalahnurani.com Ketua Himpuh Baluki Ahmad mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapat kabar dari pemerintah Arab Saudi untuk mengatasi soal tersebut.

“Ini memang jadi perhatian. Dan Arab sudah menyiapkan proyek mengatasi ini,” ujarnya Rabu (19/9/2018).

SISTEM BLOK

Baluki menjrlaskan, di Mina segera dibangun apartemen susun. Proyek ini sudah dimulai dan akan terwujud. Proyek pembangunan apartemen susun bukan hanya sekedar rencana saja.

“Yang saya tahu saat ini pondasinya dibangun,” ungkap dia.

Pembangunan apartemen ini ditarget selesai dalam jangka watu satu tahun. Menurut Baluki, ini menjadi solusi masuk akal dengan adanya model pembangunan apartemen dan hotel yang memakai sistem blok

“Pihak Arab akan menghitung proyek yang akan dikerjakan selama 24 jam tersebut,” sambungnya.

Sehingga, ujar Baluki, akan ada pengefektifan hotel dan hunian yang ada di sekitar wilayah Aziziyah. Wilayah yang terdekat dengan Mina ini akan dijadikan solusi sementara bagi penampungan jamaah haji ketika terjadi masalah dalam pelayanan ‘mabit’ bagi jamaah haji.

”Jadi nanti wilayah Aziziyah di Makkah akan jadi luar biasa nilai strategisnya. Pelayanan jamaah haji ketika melempar jumrah akan dipakai sebagai alternatif. Ini persis dengan jaman dahulu, misalnya sebelum tahun 1980-an, ketika Aziziyah dipakai sebagai tempat tinggal, Mereka hanya ‘mabit’ sementara di Mina sembari menunggu waktu untuk melempar jumrah. Ini akan persis dengan pelaksanaan ibadah haji pada jaman dahulu,” urainya.

Dari ibadah haji tahun ini, yang paling dikeluhkan yakni kepadatan tenda jamaah ketika ‘Miqat’ di Mina. Otomatis sangat padat karena wilayah Mina sendiri tidak bertambah, namun jamaah bertambah.

HAJI FURODAH

Baluki sendiri tidak menampik bahwa kepadatan akan terus terjadi.

Apalagi setelah ada pembolehan Arab mengabaikan haji furodah. Jamaah haji ini bisa memesan visa saat mereka ingin datang pada tahun yang sama dengan syarat dan biaya tertentu.

”jamaah Furodah ini sudah sangat banyak. Untuk jamaah haji asal Asia Tenggara jumlahnya sudah cukup besar mencapai puluhan ribu. Sedangkan dari Indonesia memang masih kecil. Tapi potensinya ke depan akan terus naik. Adanya jamaah ini jelas akan menambah jumlah jamaah haji asal Indonesia sebab jamaah haji furodah tidak termasuk dalam kuota jamaah haji reguler dan jamaah haji khusus,” katanya.

Tentu pemerintah Arab Suadi sudah punya target bila jumlah jamaah haji dan umrah akan meningkat pesat.

Untuk penyelenggaraan jamah haji pada tahun 2030, Arab Saudi sudah mematok jumlah jamaah sampai 30 juta orang. Jumlah ini lima atau enam kali lipat dari jumah jamaah haji saat ini.

”Sudah ada solusi dari pemerintah Arab Saudi sebagai pemegang wewenang soal pelayanan jamaah haji di Mina. Misalnya dicoba soal adanya ranjang susun.

Tapi ini bermasalah sebab akan makin menyempitkan tenda jamaah karena juga dipakai sebagai tempat sholat dan beribadah lainnya. Sebab tenda tak hanya dipakai untuk tidur saja. Soal ini makin rumit ketika kemudian menyangkut soal ketersediaan kamar kecil untuk wudhu dan toilet,” tukasnya. 01/Bagus

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *