Jamaah Harus Minta Perjanjian Tertulis dengan travel umrah

Ketika mendaftar umrah, jamaah perlu memiliki perjanjian tertulis dengan biro travel yang akan memberangkatkannya. Ini untuk kepastian layanan yang akan diterima oleh jamaah.

Untuk mengantisipasi jamaah umrah gagal berangkat atau ditelantarkan biro umrah, calon jamaah umrah berhak meminta perjanjian tertulis dengan biro travel.

Hal ini disampaikan H M Arfi Hatim M Ag, Direktur Umrah dan Haji Khusus Kemenag RI kepada amphrinews.com Jumat (19/1). Isi perjanjian tertulis tersebut antara lain tentang  tanggal berangkat dan kembali, nama maskapai, nama hotel di Makkah dan Madinah, dan konsekuensinya bila terjadi penundaan atau pembatalan dan sebagainya.

“Makanya ketika jamaah mendaftar umrah, harus ada perjanjian tertulis yang di tanda tangani oleh kedua belah pihak, yang memuat hak dan kewajiban para pihak, calon jamaah umrah dan biro travel,” katanya.

Belakangan memang ada beberapa biro umrah dengan harga murah sehingga menyebabkan tanggal keberangkatan yang tidak pasti. Dalam kondisi mendesak, biasanya  biro travel itu menunda atau menjadwal ulang pemberangkatan jamaah umrah dengan berbagai alasan. Namun apa pun alasannya, penundaan keberangkatan itu termasuk merugikan jamaah. Terlebih bila penundaan pemberangkatan itu diumumkan dalam waktu yang berdekatan dengan tanggal yang ditetapkan sebelumnya.

“Kasus seperti itu perlu pendalaman dan klarifikasi lebih jauh, baik dari sisi manajemen PPIU maupun jamaah karena penundaan tentu ada beberapa akibat,” pungkasnya. Yunan (

(caption foto: Amphuri membuat program Umrah Ummat, yaitu memberangkatkan korban travel nakal dengan biaya murah.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *